SEE THE SKY RISE YOUR INCOME AND MAKE YOUR DREAM COME TRUE
Melanjutkan tulisan saya yang pertama MARKETING sebuah ilustrasi, berikut ini adalah tulisan bagaimana kah cara pandang seorang marketing mampu meningkatkan penghasilan dan memperoleh apapun yang dia inginkan. Ada dua mahasiswa saya yang saya minta untuk maju kedepan kelas lalu saya tanya pada keduanya sambil menunjuk sebuah kursi " Rina berapa kali kamu bisa mengangkat kursi ini dalam waktu satu menit" lalu dia menjawab " 21 kali bu" lalu yang lain saya tanya, kali ini laki2 " Rifki berapa kali kamu bisa angkat kursi ini dalam waktu satu menit sebanyak banyaknya" lalu dia menjawab " 35 kali bu". Lalu saya suruh keduanya mengangkat kursi tersebut berkali-kali selama satu menit sebanyak-banyaknya. Setelah satu menit ternyata Rina berhasil mengangkat kursi tersebut sebanyak 121 kali dan Rifki sebanyak 150 kali. Hasil yang diluar dugaan kedua mahasiswa saya dari perkiraan mereka semula. Intinya adalah setiap manusia memiliki kekuatan yang tidak dapat kita prediksi seberapa besar jangkauan maksimumnya, lihatlah langit yang begitu luas tak pernah kita tahu tepi langit awalannya ataupun akhirnya.
Seorang marketing harus selalu melihat ke langit artinya tidak ada yang tidak mungkin semua hal bisa terjadi. Bermimpi dan rubahlah, dream and change everything. Rising income hanya bisa diraih jika berani bermimpi besar dan menjadi besar. Target yang tinggi bagi seorang marketing sama penting nya dengan usaha yang tidak lepas dari pedoman Disiplin, consistent, concentration, commit dan focus. Target adalah acuan tiap marketing sebagai motivasi pekerjaan yang harus dicapai. Tetapi target yang paling ampuh memaksimalisasikan kerja seorang marketing adalah target pribadi.
Marketing memungkinkan seseorang meningkatkan penghasilan sesuai dengan yang diinginkannya. Salah satu yang terpenting dalam mencapai target adalah PROVOKASI DIRI. Provokasi yang berarti memancing atau mempengaruhi, dalam hal ini provokasi diri adalah memancing atau mempengaruhi diri kita melalui alam bawah sadar untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dalam seminar nya Prasetya M.Brata menyampaikan bahwa provokasi berarti menyulut. Sesungguhnya segala keinginan kita dapat kita capai dengan cara mempengaruhi alam bawah sadar kita. Tetapi sayangnya alam bawah sadar kita tidak mengenal kalimat negatif. Karena itu untuk sebuah keberhasilan mem provokasi diri sendiri harus dengan kalimat-kalimat positif. Misalnya "jangan makan banyak" yang terbaca oleh alam bawah sadar adalah "makan banyak" kalimat nya harus dirubah menjadi "makan sedikit". kata "jangan gagal' akan terbaca sebagai "gagal" oleh alam bawah sadar. kata tersebut harus dirubah menjadi "saya berhasil ".
Coba perhatikan kelakuan anak-anak kita. Anak-anak yang dilarang melakukan sesuatu kebanyakan malah mempunyai naluri keinginan yang besar untuk melakukan apa yang kita larang. Hal itu di dorong oleh kegiatan alam bawah sadar mereka yang tidak mengenal kata negatif tadi.
Dengan kapasitas alam bawah sadar kita yang seperti tersebut diatas itulah sebabnya seorang marketing yang sukses adalah marketing yang selalu berpikir dan berbicara denga pola yang positif.
Hal lain yang mempengaruhi keberhasilan seorang marketing adalah energy. Seorang marketing akan berhasil jika memiliki energy yang besar.Energy yang besar tersebut akan mempengaruhi daya pikir, pola bicara dan konsentrasi dalam melakukan presentasi.
Sebuah konsep presentasi konvensional yang sampai sekarang banyak dipakai olah para marketing adalah konsep AIDA. AIDA adalah akronim dari Attantion, Interesting , Desire, and Action. Tahap awal dari sebuah presentasi adalah tercapainya tanggapan positif dari calon pembeli. Tahap awal atau ATTANTION adalah tahap presentasi dimana seorang marketing harus bisa membangkitkan kesadaran calon pembeli tentang keberadaan produk yang ditawarkan. Dalam tahap ini diharapkan bisa terbangun sikap kesadaran yang positif, menetralisir dan membangun suasana yang menyenangkan bagi seorang calon pembeli. Di awal presentasi diharapkan dapat membangun Good Impression dari calon pembeli. Dan merupakan tahap yang sangat menentukan keberhasilan tahap tahap selanjutnya.
Tahap ke dua adalah INTERESTING, atau minat, pada tahap ini pembeli diharapkan berminat untuk mengenal lebih jauh produk yang ditawarkan proses ini akan gagal jika sang marketing sudah gagal ditahap awal yaitu attantion. Minat seseorang pada suatu produk akan timbul bila dia telah mendapatkan kesan yang baik di awal presentasi, tanda-tanda itu akan mulai nampak dari pandangan matanya yang mulai fokus diikuti dengan timbulnya beberapa pertanyaan.
Tahap ke tiga adalah Desire atau keinginan, jika seorang marketing bisa sampai pada tahap ini, berarti 50 % presentasi nya mendekati keberhasilan dalam tahap ini diharapkan sebuah presentasi bisa membuat seseorang memiliki keinginan untuk membeli produk yang ditawarkan. Yang semula tidak berminat menjadi minat, yang semula tidak membutuhkan menjadi butuh. Jika tahap ini bisa dilalui maka tibalah pada tahap penentuan yaitu Action.
Tahap terakhir dalam presentasi adalah tahap pengambilan keputusan atau Action. Customer akan mengambil tindakan membeli, menolak ataupun menunda pembelian. Kebanyakan pada tahap ini marketing lah yang memberikan dorongan motivasi pembelian pada setiap pembeli. Sehingga 75 % keputusan pembelian ditentukan oleh dorongan motivasi dari marketing.
Menjadi marketing oleh banyak orang dinilai bukan impian. bukan cita-cita tetapi bagi banyak orang juga. Marketing adalah pekerjaan yang penuh harapan karena kemungkinan untuk meningkatkan income lebih cepat terwujud. Bagi seorang marketing berlaku sebuah prinsip "See The Sky Rise your income and make your dream come true"
Seorang marketing harus selalu melihat ke langit artinya tidak ada yang tidak mungkin semua hal bisa terjadi. Bermimpi dan rubahlah, dream and change everything. Rising income hanya bisa diraih jika berani bermimpi besar dan menjadi besar. Target yang tinggi bagi seorang marketing sama penting nya dengan usaha yang tidak lepas dari pedoman Disiplin, consistent, concentration, commit dan focus. Target adalah acuan tiap marketing sebagai motivasi pekerjaan yang harus dicapai. Tetapi target yang paling ampuh memaksimalisasikan kerja seorang marketing adalah target pribadi.
Marketing memungkinkan seseorang meningkatkan penghasilan sesuai dengan yang diinginkannya. Salah satu yang terpenting dalam mencapai target adalah PROVOKASI DIRI. Provokasi yang berarti memancing atau mempengaruhi, dalam hal ini provokasi diri adalah memancing atau mempengaruhi diri kita melalui alam bawah sadar untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dalam seminar nya Prasetya M.Brata menyampaikan bahwa provokasi berarti menyulut. Sesungguhnya segala keinginan kita dapat kita capai dengan cara mempengaruhi alam bawah sadar kita. Tetapi sayangnya alam bawah sadar kita tidak mengenal kalimat negatif. Karena itu untuk sebuah keberhasilan mem provokasi diri sendiri harus dengan kalimat-kalimat positif. Misalnya "jangan makan banyak" yang terbaca oleh alam bawah sadar adalah "makan banyak" kalimat nya harus dirubah menjadi "makan sedikit". kata "jangan gagal' akan terbaca sebagai "gagal" oleh alam bawah sadar. kata tersebut harus dirubah menjadi "saya berhasil ".
Coba perhatikan kelakuan anak-anak kita. Anak-anak yang dilarang melakukan sesuatu kebanyakan malah mempunyai naluri keinginan yang besar untuk melakukan apa yang kita larang. Hal itu di dorong oleh kegiatan alam bawah sadar mereka yang tidak mengenal kata negatif tadi.
Dengan kapasitas alam bawah sadar kita yang seperti tersebut diatas itulah sebabnya seorang marketing yang sukses adalah marketing yang selalu berpikir dan berbicara denga pola yang positif.
Hal lain yang mempengaruhi keberhasilan seorang marketing adalah energy. Seorang marketing akan berhasil jika memiliki energy yang besar.Energy yang besar tersebut akan mempengaruhi daya pikir, pola bicara dan konsentrasi dalam melakukan presentasi.
Sebuah konsep presentasi konvensional yang sampai sekarang banyak dipakai olah para marketing adalah konsep AIDA. AIDA adalah akronim dari Attantion, Interesting , Desire, and Action. Tahap awal dari sebuah presentasi adalah tercapainya tanggapan positif dari calon pembeli. Tahap awal atau ATTANTION adalah tahap presentasi dimana seorang marketing harus bisa membangkitkan kesadaran calon pembeli tentang keberadaan produk yang ditawarkan. Dalam tahap ini diharapkan bisa terbangun sikap kesadaran yang positif, menetralisir dan membangun suasana yang menyenangkan bagi seorang calon pembeli. Di awal presentasi diharapkan dapat membangun Good Impression dari calon pembeli. Dan merupakan tahap yang sangat menentukan keberhasilan tahap tahap selanjutnya.
Tahap ke dua adalah INTERESTING, atau minat, pada tahap ini pembeli diharapkan berminat untuk mengenal lebih jauh produk yang ditawarkan proses ini akan gagal jika sang marketing sudah gagal ditahap awal yaitu attantion. Minat seseorang pada suatu produk akan timbul bila dia telah mendapatkan kesan yang baik di awal presentasi, tanda-tanda itu akan mulai nampak dari pandangan matanya yang mulai fokus diikuti dengan timbulnya beberapa pertanyaan.
Tahap ke tiga adalah Desire atau keinginan, jika seorang marketing bisa sampai pada tahap ini, berarti 50 % presentasi nya mendekati keberhasilan dalam tahap ini diharapkan sebuah presentasi bisa membuat seseorang memiliki keinginan untuk membeli produk yang ditawarkan. Yang semula tidak berminat menjadi minat, yang semula tidak membutuhkan menjadi butuh. Jika tahap ini bisa dilalui maka tibalah pada tahap penentuan yaitu Action.
Tahap terakhir dalam presentasi adalah tahap pengambilan keputusan atau Action. Customer akan mengambil tindakan membeli, menolak ataupun menunda pembelian. Kebanyakan pada tahap ini marketing lah yang memberikan dorongan motivasi pembelian pada setiap pembeli. Sehingga 75 % keputusan pembelian ditentukan oleh dorongan motivasi dari marketing.
Menjadi marketing oleh banyak orang dinilai bukan impian. bukan cita-cita tetapi bagi banyak orang juga. Marketing adalah pekerjaan yang penuh harapan karena kemungkinan untuk meningkatkan income lebih cepat terwujud. Bagi seorang marketing berlaku sebuah prinsip "See The Sky Rise your income and make your dream come true"
Komentar
Posting Komentar